Akutansi Neraca Lajur
Pengertian Neraca Lajur
Neraca lajur
adalah suatu kertas yang berkolom-kolom atau berlajur-lajur yang direncanakan
secara khusus untuk menghimpun semua data-data akuntansi yang dibutuhkan pada
saat perusahaan akan menyusun laporan keuangan dengan cara sistematis.Sebenarnya neraca lajur lebih
tepat disebut kertas kerja yang digunakan sebagai alat pembantu dalam menyusun
laporan keuangan. Neraca lajur bukan merupakan bagian dari catatan akuntansi
yang formal dan karena sifatnya tidak formal maka penyusunannya dapat juga
dilakukan dengan menggunakan pensil sehingga mudah dikoreksi apabila tetjadi
kesalahan.
Tujuan Neraca Lajur
Neraca lajur
merupakan suatu landasan untuk memeriksa dimana rekening buku besar
disesuaikan, diseimbangkan dan disusun menurut cara yang sesuai dengan penyusunan rekening dalam
laporan keuangan. Pemakaian neraca lajur juga dapat menunjukkan prosedur yang
perlu dilakukan untuk menyusun laporan
keuangan telah dilaksanakan seluruhnya.Neraca lajur bukan merupakan laporan
keuangan maka tidak perlu diberikan kepada pihak luar seperti kreditur,pemegang saham dan sebagainya.Perlu disadari pula neraca lajur tidak dapat
menggantikan kedudukan pencatat akuntansi atau laporan keuangan dan semata-mata
hanya merupakan alat pembantu untuk
laporan keuangan. Walaupun demikian neraca lajur ini sangat diperlukan oleh
pihak manajemen perusahaan untuk dapat melihat perkiraanperkiraan yang terjadi
dalam kegiatan perusahaan sehari-hari sehinggas pihak manajemen dapat
mengontrol setiap pengeluaran atau biaya yang dikeluarkan perusahaan dalam
menunjuang kegiatan atau operasinya.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa tujuan perubatan
neraca lajur adalah:
- Untuk memudahkan penyusunan laporan keuangan
- Untuk menggolongkan dan meringkas informasi dari neraca saldo dan data-data penyesuaian sehingga merupakan persiapan sebelum disusun lapoan keuangan yang formal.
- Untuk memudahkan kesalahan yang mungkin dilakukan dalam pembuatan jurnal penyesuaian.
Penyusunan Neraca Lajur
Penyusunan neraca lajur dimulai dari neraca saldo sebelum
diadakan penyesuaian dan kemudian dengan memasukkan data-data penyesuaian
dapatlah ditentukan data-data yang akan dicantumkan dalam laporan keuangan.
Neraca lajur tersebut haruslah disusun berkolom-kolom dan untuk perusahaan
dagang atau jasa biasanya terdiri dari 8 kolom yaitu :
- Kolom neraca saldo yang terdiri dari kolom D dan K
- Kolom adjustment yang terdiri dri kolom D dan K
- Kolom rugi laba yang terdiri dari kolom D dan K
- Kolom neraca akhir yang terdiri dari kolom D dan K
Dalam prakteknya bentuk neraca lajur yang banyak digunakan
terdiri dari lima pasang kolom dimana tiap-tiap pasang kolom terdiri atas kolom
debet dan kredit.
Adapun prosedur yang harus dilaksanakan dalam penyusunan
neraca lajur sebagai berikut :
1. Nama perusahaan, Neraca Lajur dan Periode
penyusunan ditulis di tengah atas.
2. Mengisi kolom keterangan untuk nama akun-akun.
3. Menyiapkan neraca saldo pada kertas kerja dengan
memasukkan angka- angka dari setiap saldo akun yang adadi buku besar dan
dijumlahkan dari akun pada neraca saldo ke kolom 1 sebelah debit dan ke 2
sebelah kredit.
4. Menyiapkan penyesuaian dalam kolom penyesuaian
dengan memasukkan angka-angka dari jurnal penyesuaian pada kolom penyesuaian.
Kolom ke 3 sebelah debit, ke 4 sebelah kredit dan setiap kolom dijumlahkan.
Kita perlu mengingat bahwa penyesuaian
tidaklah dijurnal hingga kertas kerja selesai diselesaikan dan laporan
keuangan telah disiapkan.
5. Memasukkan saldo-saldo yang telah disesuaikan
dalam kolom neraca saldo setelah penyesuaian dengan cara menjumlahkan atau
mengurangkan kolom neraca saldo dan kolom penyesuaian (penjumlahan atau
pengurangan dari kolom 1,2,3 dan 4) dari masig-masing akun dan hasilnya
dimasukkan ke kolom 5 dan ke 6 (neraca saldo setelah disesuaikan) kolom ke 5
harus dijumlah begitu juga kolom ke 6.
6. Berdasarkan angka dari neraca saldo setelah
disesuaikan (kolom 5 dan 6) dipilih akun pendapatan dan beban dan dimasukkan ke
kolom laporan laba rugi yaitu kolom ke 7 debit dan kolom 8 kredit. Kolom ke 7
dijumlah dan juga kolom 8, jika kolom 8 lebih besar dari pada kolom7 maka laba,
angka selisih dimasukkan pada kolom 7 dan sebaliknya.
7. Masih berdasarkan angka dari kolom neraca saldo
setelah disesuaikan, maka dipilih akun modal, laba (kolom ke 7) atau rugi
(kolom 8) dan prive dimasukkan ke kolom perubahan modal yaitu kolom 9 debit dan
kolom 10 kredit. Pada perusahaan yang mengalami laba, maka angka laba dari
kolom 7 dimasukkan ke kolom 10, jika rugi dari angka kolom 8 dimasukkan ke
kolom 9. Kolom 8 dijumlahkan dan juga kolom 9, selisih yang terjadi merupakan
modal akhir yang dimasukkan ke kolom 9
Berdasarkan angka dari neraca saldo
setelah disesuaikan, maka akun tersisa dipindahkan ke kolom neraca yaitu kolom
11 sebelah debit dan kolom 12 di kredit. Kolom ini berisi aset, utang dan modal
akhir (angka dari kolom 9) dimasukkan ke kolom 12. kolom 11 dijumlahkan dan
juga kolom 12.
πππ
BalasHapusBisa dimanfaatkanπ
BalasHapusππ
BalasHapusBagi2 infonya lagi ya kk π
BalasHapusMantap π
BalasHapusBermanfaat sekali kak π
BalasHapusPatut di contohππ»ππ»
BalasHapusMantappp
BalasHapusSangat bermanfaat π
BalasHapusDitunggu info selanjutnya
BalasHapusSangat bermanfaatππ»
BalasHapusWaaaaa kereen
BalasHapusπππ
BalasHapusBagus kakπ
BalasHapusππ
BalasHapusMantap
BalasHapusLanjutkanπ
BalasHapusMateri yang sangat bermanfaat...
BalasHapusMantap kak
BalasHapus